7 C, Patch Adams

TUGAS TERSTRUKTUR

KOMUNIKASI EDUKASI DAN INFORMASI KESEHATAN

 NAMA           : KANIA ULFAH

NIM               : G1B011023

                                               

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN

JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT

PURWOKERTO

  1. PENDAHULUAN

Patch Adams merupakan sebuah film yang  diangkat dari  kisah nyata seorang tokoh kemanusiaan, yakni Hunter Doherty “ Patch Adams”, Patch merupakan seorang sosok cerdas, humoris, manusiawi, empati, imajinatif dan penuh rasa idealis. Dalam film Patch Adams ini dikisahkan Patch merupakan seorang yang frustasi karena kehilangan seorang ayah. Patch  mencoba  untuk bunuh diri namun sayangnya gagal, akhirnya Patch dimasukan ke dalam  rumah sakit jiwa, sama seperti rumah sakit jiwa lainnya, penghuni-penghuninya aneh dan tidak normal membuat Patch serasa hidup di planet baru. Bertemu dengan orang-orang yang kurang beruntung hidupnya dan jauh dari kenikmatan dunia karena menderita penyakit , mengharuskan Patch untuk beradaptasi agar bisa bertahan di tempat tersebut.

Suatu malam, Patch bertemu dengan seorang pria tua bernama Arthur yang merupakan ilmuan dan  pasien penderita penyakit sindrom kejeniusan yang tak berhasil membuktikan penemuan barunya untuk masyarakat. Arthur mengajari Patch tentang bagaimana bisa berpikir secara potensial agar bisa menemukan rahasia alam, setelah mereka melakukan beberapa praktek untuk membuktikan metode berpikir yang di ajarkannya, Patch baru percaya bahwa pria itu benar-benar luar biasa dan tidak mengalami gangguan jiwa, kemudian di malam berikutnya Patch mengalami sebuah peristiwa luar biasa yang kemudian akan merubah hidupnya di kemudian hari, ketika itu dia membantu Ruddy teman sekamarnya yang menderita gangguan jiwa trauma dan takut terhadap hewan tupai untuk melupakan masalahnya dengan cara mencoba memberikan sugesti kepada Ruddy guna membangkitkan keberanian dalam dirinya dan ternyata Ruddy pun berhasil membebaskan diri dari rasa takut sehingga Patch pun kaget ketika melihat keberhasilan metodenya. Berbagai kejadian yang ada di rumah sakit jiwa ini membuat Patch menemukan panggilan hidup yang sesungguhnya, ia merasa dapat memiliki suatu hubungan dengan pasien-pasien yang ada di sana dan membuat mereka memiliki komunikasi yang baik dengan dirinya sendiri, dengan  demikian ia pun dapat membantu mereka dengan masalah kejiwaan mereka. Pengalaman inilah yang membuat Patch memutuskan untuk belajar ilmu kedokteran, dengan tujuan ketika ia menjadi dokter kelak ia dapat membantu orang lebih banyak lagi. Patch sangat cerdas dan pekerja keras. dengan modal kejeniusan dan semangat, dia terus mengorganisir dan berusaha mempengaruhi teman-temannya  dengan gagasan dan metode yang dimilikinya, pada tingkat 1, mahasiswa dilarang untuk berhubungan langsung dengan pasien, tetapi mengingat pengalamannya dengan Ruddy ia berusaha untuk mencari peluang agar bisa berhubungan dengan pasien lain untuk menerapkan metodenya sekaligus membuktikan metodenya secara ilmiah. Ia melakukan berbagai cara untuk dapat berhubungan dengan pasiennya akhirnya dengan kerja kerasnya dia dapat berhubungan langsung dengan pasien-pasien yang berbeda-beda dalam rumah sakit dan metode nya itu ternyata sangat relevan, selain itu para perawat rumah sakit itu cukup antusias dengan tindakan Patch karena memberikan kemudahan sekaligus pelajaran baru bagi mereka dalam upaya untuk menangani pasien. Pandangannya yang menganggap bahwa obat terbaik bagi pasien yang ia temui adalah kegembiraan ternyata ditentang oleh dokter yang juga  merupakan dosen di kampusnya dan akhirnya Patch dilarang kemudian diberikan sanksi karena telah mengganggu pasien dan membuat keributan di rumah sakit. Patch terus berjuang dengan tetap bertolak pada apa yang dipercayainya, ia mulai mencari dukungan dari teman-teman seangkatannya dan para dosen untuk bisa mendukung misinya, dengan bermodal prestasi dan kebaikannya dan akhirnya dukungan itu ia peroleh,berbagai carapun dilakukan oleh teman-temannya agar bisa menjalankan misi tersebut. Lagi-lagi tindakannya tersebut ketahui oleh pihak kampus dan dia diancam DO (Drop Out )dengan tuduhan melanggar peraturan kampus. Ruang pergerakannya semakin sempit sehingga  membuat ia tidak leluasa untuk bertindak. Semangat yang membara dan cita-cita untuk membantu orang lain itu terus menggebu-gebu, dia pun mendapat ide untuk membangun sebuah  tempat penampungan praktik kedokteran (rumah sakit gratis) agar bisa memanifestasikan perasaannya kepada pasien yang membutuhkan bantuan medis. Kerja keras Patch yang juga diiringi oleh bantuan dari teman-temanya akhirnya membuahkan hasil. Patch berhasil mewujudkan cita-citanya yakni mendirikan rumah sakit gratis bagi semua orang.

 

  1. PEMBAHASAN

Komunikasi merupakan seni penyampaian informasi dari komunikator kepada komunikan. Setiap aktivitas komunikasi pasti memiliki efek. Tujuan komunikasi itu sendiri adalah menghibur, memberikan informasi dan mendidik, dengan tujuan tersebut berdampak pada peningkatan pengetahuan (kognitif), membangun kesadaran sikap dan mengubah perilaku seseorang atau masyarakat dalam suatu proses komunikasi, ada beberapa faktor yang menjadikan  komunikasi berlangsung efektif menurut Scoot M Cultip dan Allen dalam bukunya yang berjudul Effective Public Relations  yang dinamakan dengan The Seven Communication yang meliputi credibility, context, content, clarity, continuity, consistency, capability.

  1. Credibility(keterpercayaan) adalah rasa saling percaya antara  komunikator dan komunikan
  2. Context (pertalian) adalah kesesuaian pesan dengan kenyataan masyarakat
  3. Content (kepuasan) adalah penggunaan kata sesuai dengan target audience dalam hal ini komunikan dapat memahami maksud komunikator sehingga komunikator merasa puas.
  4. Clarity (kejelasan) Adalah komunikator harus menyampaikan pesan / berita secara jelas istilahnya pun harus jelas sehingga tercapainya tujuan.
  5. Continuityartinya pesan dilakukan secara berulang-ulang, tetapi bervariasi dalam penyampaian.
  6. Consistency artinya pesan tidak bertentangan dari awal sampai akhir
  7.  Capabilityadalah kemampuan komunikator untuk menjelaskan dengan akurat, dirancang untuk menarik perhatian, disampaikan menggunakan symbol-simbol, memberikan motivasi dan solusi.

Film Patch Adams ini menggambarkan bebagai jenis komunikasi diantaranya adalah komuniaksi verbal dan komunikasi nonverbal. Komunikasi verbal dan nonverbal ditunjukan Patch saat memasuki kamar anak kecil penderita kanker. Patch menempatkan diri  sebagai anak-anak, Patch menghibur mereka dengan berbagi lelucon, dalam adegan ini  selain Patch melakukan interaksi dengan anak kecil lewat kata-kata, dalam hal ini Patch menerapkan faktor 7C Content karena kata yang ia gunakan adalah kata kata ringan yang mudah dimengerti oleh anak-anak, Patch juga menerapkan faktor Capability dengan cara  berperan sebagai badut dengan hidung merahnya sehingga anak-anak tersebut dapat berbaur dengan dirinya, dapat tertawa bersama dengannya, dalam hal ini Patch memberikan motivasi bagi anak penderita kanker untuk tetap bertahan dan merasa gembira tanpa mengingat keparahan penyakitnya., Contoh komunikasi lainnya yaitu komunikasi antara Bill penderita kanker pankreas dan Patch. Tidak ada satu orang pun di rumah sakit yang dapat berbicara dengan Bill karena sifatnya kasar.  awalnya Patch juga tidak dapat berbicara dengannya dan diusir keluar olehnya namun akhirnya kehadiran Patch dapat diterima oleh Bill dengan kedatangannya menggunakan kostum malaikat dan membawa sebuah buku yang kemudian membahas apakah kematian itu ? bagi sebagian besar orang membicarakan kematian masih merupakan sebuah hal yang tabu, namun kematian bukan merupakan suatu hal yang patut untuk ditakuti, karena kematian merupakan suatu hal yang pasti. Kepandaian Patch untuk mendapatkan umpan balik suatu reaksi spontan akhirnya ditanggapi oleh Bill sehingga memberikan kenyamanan pada kedua belah pihak. Berkat komunikasi yang baik,dan efektif akhirnya terjalin hubungan yang sangat dekat antara Bill dan Patch, hal ini terbukti sebelum menunggal Bill ingin bertemu dengan Patch, dimana Bill meminta Patch untuk menyanyikan sebuah lagu untuknya, untuk terakhir kalinya. Faktor 7C yang diterapkan dalam komunikasi antara Patch dan Bill adalah Continuity dan Clarity  karena Patch mencoba berbicara berulang-ulang dengan Bill meskipun pada awalnya Bill tidak menanggapi Patch, Patch mencoba mencari cara untuk bisa berbicara dengan Bill dengan mengganti kostum yang ia gunakan yang tadinya mengenakan jas dokter kini menggunakan kostum malaikat dan disitu patch berperan sebagai malaikat maut yang yang bijak Patch juga menjelaskan secara jelas kepada Patch mengenai proses kematian yang menyenangkan sehingga Bill tidak takut lagi akan kematian. Faktor 7C lain yang terdapat dalam film ini Credibility, Context, dan Consistency.  Faktor Credibility terdapat pada saat komunikasi antara Patch dengan seorang nenek, Patch bertanya kepada  nenek tersebut mengenai cita-citanya yang ingin dicapai, nenek itu pun menceritakan pengalaman masa kecilnya dan cita-citanya yang ingin dia wujudkan yaitu berada di kolam renang yang penuh dengan mie, dalam komunikasi ini sang nenek merasa percaya dan merasa nyaman dengan kehadiran Patch sehingga ia pun dapat menceritakan pengalaman dan impiannya itu dengan penuh antusias. Faktor Context yang ada dalam film ini terjadi pada saat komunikasi antara Patch dengan dosennya, mengenai manfaat tertawa yang dapat meningkatkan pengeluaran catecholamine dan endorphie yang dapat meningkatakan kadar oksigen di dalam darah dan menenangkan arteri, menaikkan detak jantung dan meningkatkan tekanan darah yang memberikan efek positif pada kardiovaskuler dalam komunikasi ini pesan yang di sampaikan Patch tepat karena bahasa yang digunakan oleh Patch mengandung istilah istilah kedokteran yang dapat secara mudah ditterima oleh lawan bicaranya karena lawan bicaranya adalah seorang yang ahli dengan bidang kedokteran. Faktor Consistency yang terdapat dalam film ini adalah ketika Patch selalu mangatakan dan meyakinkan kepada teman-temannya dan dosennya bahwa tidak hanya obat secara medis yang dapat menyembuhkan pasien dari penyakit, tetapi humor dan kebahagiaan juga merupakan  obat penting bagi pasien untuk meningkatkan kualitas hidupnya dan mengabaikan rasa sakit yang dideritanya.

 

  1. PENUTUP
  1. Kesimpulan

Film Patch Adams ini menggambarkan proses komunikasi secara verbal dan nonverbal yang dilakukan Patch kepada para pasiennya, dosennya dan teman-temannya. Komunikasi yang ada dalam film ini juga memperhatikan 7 Faktor Komnikasi yang terdiri dari credibility, context, content, clarity, continuity, consistency dan capability, sehingga dengan ke 7 Faktor Komunikasi tersebut, komunikasi dapat berjalan dengan efektif.

  1. Saran

Faktor The Seven Communication adalah cara yang perlu diterapkan dalam komunikasi agar komunikasi dapat berjalan secara efektif.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s